Suami Tikam Perut Sendiri Usai Istri Menolak Pulang, Kini Kritis di RS AR Bunda Lubuklinggau

Suami Tikam Perut Sendiri Usai Istri Menolak Pulang, Kini Kritis di RS AR Bunda Lubuklinggau

Suami Tikam Perut Sendiri Usai Istri Menolak Pulang, Kini Kritis di RS AR Bunda Lubuklinggau. (Poto: ist/ ilustrasi)

LUBUKLINGGAU, LINTASSRIWIJAYA.COM — Suasana malam di Kota Lubuklinggau mendadak mencekam ketika seorang pria berinisial R nekat melakukan aksi yang menggemparkan.

Didorong oleh amarah dan luka batin akibat pertengkaran rumah tangga, ia menikam perutnya sendiri dengan sebilah pisau. Kini, nyawanya tengah dipertaruhkan di ruang perawatan intensif Rumah Sakit AR Bunda Lubuklinggau.

Baca Juga: ODGJ di Muara Enim Ngamuk, Dua Pekerja Proyek Jadi Korban Tusukan

Baca Juga:Diduga Mau Maling, Petani di Lubuklinggau Tewas Ditusuk Penjaga Malam

Baca Juga: Petani di Lubuklinggau Tewas Ditusuk, Pelaku Sudah Diamankan Polisi

Insiden tragis itu terjadi pada Sabtu dini hari (2/8/2025) di Kelurahan Mesat, Kecamatan Lubuklinggau Timur II. Berdasarkan informasi yang dihimpun, R yang berdomisili di Kelurahan Petanang Ulu, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, datang untuk menjemput istrinya yang telah lebih dulu meninggalkan rumah usai percekcokan.

Namun harapan untuk merajut kembali keharmonisan sirna. Istrinya menolak pulang. Pertengkaran pun kembali memuncak. Dan di tengah tensi emosi yang meledak-ledak, R melakukan tindakan nekat—menusukkan pisau ke perutnya sendiri, mengejutkan semua orang di sekelilingnya.

Warga sekitar yang menyaksikan aksi mengerikan itu langsung berlarian membawa R ke rumah sakit demi menyelamatkan nyawanya.

Kanit Pidum Satreskrim Polres Lubuklinggau, Ipda Suwarno, membenarkan kejadian tersebut.

“Itu kejadian gara-gara ribut antara suami dan istri. Awalnya suaminya ini ngajak pulang, tapi sang istri tidak mau sampai akhirnya suaminya menusuk badannya sendiri,” katanya, Sabtu (2/7/2025).

Menurut Suwarno, saat ini kondisi korban masih dalam penanganan medis.

“Sekarang (korban) masih dilakukan perawatan di rumah sakit,” ujarnya.

Hingga kini, belum ada laporan resmi yang masuk ke kepolisian mengenai peristiwa tersebut.

“Sekarang kita masih menunggu kalau ada laporan resminya, tapi yang jelas itu persoalan rumah tangga dan Tim Macam Satreskrim Polres Lubuklinggau masih melakukan pengecekan disana (Rumah Sakit AR Bunda Lubuklinggau),” tuturnya.

Satu pertengkaran, satu tusukan, dan satu nyawa kini di ujung tanduk—peristiwa ini menjadi pengingat betapa rapuhnya batas antara emosi dan tragedi. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *