Tangisan Gaza: 122 Tewas Kelaparan, Anak-anak Jadi Korban Terbanyak

Tangisan Gaza: 122 Tewas Kelaparan, Anak-anak Jadi Korban Terbanyak

Tangisan Gaza: 122 Tewas Kelaparan, Anak-anak Jadi Korban Terbanyak. (Poto: ist / dok gazamedia.net)

GAZA, LINTASSRIWIJAYA.COM — Derita Gaza belum juga usai. Tangisan kelaparan terus menggema di antara puing-puing dan bayang-bayang kematian.

Jumlah warga Palestina yang meregang nyawa akibat krisis kelaparan yang melanda Jalur Gaza kini melonjak menjadi 122 jiwa, setelah sembilan korban baru dilaporkan meninggal hanya dalam kurun 24 jam terakhir.

Baca Juga: Gaza Dikepung Kelaparan: Empat Anak Tewas dalam 24 Jam, Jumlah Korban Terus Membengkak

Baca Juga: Anwar Ibrahim Menggugat Dunia! Desak Donald Trump Hentikan Genosida Israel di Gaza

Hal itu diungkapkan sumber medis setempat, seperti dilansir kantor berita Palestina WAFA pada Jumat (25/7/2025).

Lebih dari separuh korban — 83 orang — adalah anak-anak. Mereka tewas bukan karena peluru atau bom, melainkan karena perut kosong dan tubuh yang tak lagi kuat bertahan.

Korban terbaru: seorang anak yang menghembuskan napas terakhir pada Jumat dini hari. Tubuhnya luluh lantak oleh kelaparan dan malnutrisi parah.

Tak ada pelukan hangat yang bisa menyelamatkan. Tak ada makanan yang bisa menyambung hidup.

Menurut estimasi terkini, sekitar 900.000 anak-anak di wilayah terkepung tersebut kini berjuang melawan rasa lapar, dengan 70.000 di antaranya telah memasuki fase malnutrisi akut — sebuah kondisi yang mempercepat kematian dalam diam.

Baca Juga: 55 Ribu Perempuan Hamil di Gaza Terjebak di Tengah Genosida dan Krisis Kemanusiaan

Baca Juga: Korban Serangan Terbaru Israel di Gaza Capai 132 Orang, 94 di Antaranya Sedang Antre Bantuan

Laporan dari Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) menambah kepedihan.

Lembaga ini sebelumnya memperingatkan bahwa angka malnutrisi pada anak-anak di bawah usia lima tahun telah meningkat dua kali lipat hanya dalam rentang Maret hingga Juni 2025.

Lonjakan mengerikan ini dikaitkan langsung dengan blokade ketat oleh Israel, yang menghalangi masuknya makanan, obat-obatan, serta bantuan kemanusiaan.

Dunia mulai bersuara. Sejumlah organisasi hak asasi manusia dan lembaga bantuan internasional telah mengeluarkan peringatan keras soal krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di Gaza.

Baca Juga: Kematian Akibat Kelaparan di Gaza Meningkat, Krisis Kemanusiaan Kian Parah

Baca Juga: Inggris Digugat karena Dinilai Lalai dan Tolak Evakuasi Medis Anak-Anak Gaza

Mereka menyerukan kepada masyarakat internasional untuk tidak lagi diam, menghentikan blokade mematikan itu, dan segera memastikan bahwa bantuan penyelamat jiwa dapat mencapai mereka yang hampir kehilangan harapan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *