LINTASSRIWIJAYA.COM – Sedikitnya 81 warga Palestina, termasuk sejumlah anak-anak dan perempuan, tewas dalam serangan udara brutal yang dilancarkan militer Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza, Minggu (6/7/2025), menurut laporan sumber medis dan media lokal.
Rumah Pengungsi Dibombardir Saat Warga Terlelap
Baca Juga: Netanyahu Kunjungi AS Bahas Gencatan Senjata Gaza dan Pertukaran Tahanan
Baca Juga: GAZA KEHAUSAN: Krisis Air Bersih Mencapai Titik Nadir di Tengah Kepungan Perang
Di Gaza City, dua rumah yang menjadi tempat berlindung bagi keluarga pengungsi di kawasan Sheikh Radwan dan Al-Nasr hancur dihantam serangan udara.
Sedikitnya 25 orang tewas, mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak yang sedang tidur. Beberapa warga dilaporkan masih terjebak di bawah reruntuhan.
Serangan di Tengah Distribusi Bantuan
Di tengah Gaza, tentara Israel menembaki warga sipil yang sedang mengantre bantuan di sekitar Wadi Gaza. Rumah Sakit Al-Awda melaporkan empat korban jiwa dan sedikitnya 25 orang luka-luka.
Serangan Drone & Sasaran Sipil
Serangan drone Israel juga menargetkan kawasan sipil:
Al-Saftawi: Tiga saudara laki-laki tewas saat berada di dalam mobil.
Sheikh Radwan: Serangan ke tenda pengungsi menewaskan tiga orang dan melukai lainnya.
Kamp Shati: Tujuh orang, termasuk anak-anak, tewas setelah sekolah yang dijadikan tempat penampungan terkena serangan. Sejumlah jenazah dilaporkan tiba dalam kondisi tidak utuh di Rumah Sakit Al-Shifa.
Baca Juga: Tenda Pengungsi Jadi Kuburan: Genosida di Gaza Berlanjut, 78 Warga Palestina Tewas
Baca Juga: Kesaksian Prajurit: Ketakutan dan Trauma di Balik Operasi Militer Israel di Gaza
Wilayah Lain Juga Jadi Sasaran
Di Al-Tuffah, dua orang dilaporkan tewas dan beberapa lainnya terluka. Tim medis belum bisa menjangkau lokasi akibat situasi keamanan yang memburuk.
Sementara di Al-Mawasi, Khan Younis, dua serangan udara ke area tenda pengungsian menyebabkan 10 orang tewas, termasuk seorang ibu hamil dan anak-anak. Rumah Sakit Nasser dan Rumah Sakit Lapangan Kuwait menemukan empat jenazah lainnya dari reruntuhan dekat Masjid Al-Albani.
Keluarga Tewas Sekeluarga di Nuseirat
Serangan drone di Kamp Nuseirat menewaskan delapan anggota dari satu keluarga, dan tiga lainnya meninggal dalam serangan berbeda di wilayah yang sama.
Suara Ledakan Mengguncang Gaza Sepanjang Malam
Penduduk Gaza City melaporkan rentetan ledakan tanpa henti sepanjang malam di wilayah timur dan utara kota, menandai eskalasi militer terbaru. Di lepas pantai Deir al-Balah, seorang nelayan Palestina terluka akibat tembakan proyektil Israel saat melaut.
Korban Terus Bertambah
Sejak dimulainya agresi militer Israel pada Oktober 2023, jumlah korban tewas di Gaza telah melampaui 57.400 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, menurut data otoritas lokal.
Baca Juga: Pelapor Khusus PBB: Blokade Gaza Harus Diakhiri, Skema Bantuan Adalah Jebakan Sadistik
Baca Juga: Hamas Gelar Konsultasi Nasional Bahas Usulan Gencatan Senjata: “Demi Rakyat, Demi Gaza”
ICC dan Gugatan Genosida
Pada November 2024, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant, atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ), yang memicu kecaman luas dari dunia internasional. ***
