LUBUKLINGGAU, LINTASSRIWIJAYA.COM — Seorang pria di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, berinisial R, harus menjalani operasi di rumah sakit setelah nekat menusuk perutnya sendiri menggunakan pisau.
Aksi tersebut dilakukan karena korban tidak mampu menahan emosinya saat sang istri meminta cerai.
Baca Juga: Suami Tikam Perut Sendiri Usai Istri Menolak Pulang, Kini Kritis di RS AR Bunda Lubuklinggau
Baca Juga: Diduga Mau Maling, Petani di Lubuklinggau Tewas Ditusuk Penjaga Malam
Baca Juga: Usai Berhubungan Badan, Istri di Belitung Bunuh Suami, Lima Luka Tusukan
Peristiwa tragis ini terjadi pada Sabtu (2/8/2025) dini hari di Kelurahan Mesat, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kota Lubuklinggau.
Kerabat korban berinisial Y menuturkan bahwa insiden bermula ketika R datang ke rumah bibinya di Kelurahan Mesat dengan maksud menjemput istrinya yang tengah mengungsi usai mereka bertengkar.
Namun, saat tiba di lokasi, sang istri menolak untuk pulang hingga terjadi cekcok hebat antara keduanya.
“Ketika bertengkar itu, istri paman saya meminta untuk berpisah (cerai), jadi paman saya itu naik pitam sampai melukai (menusuk) perutnya sendiri,” katanya, Minggu (3/8/2025).
Menurutnya, selain untuk menjemput pulang, korban juga berniat memperbaiki hubungan rumah tangganya yang sempat retak.
“Tujuan paman saya datang itu untuk baikan lagi, tapi entah kenapa saat mereka tiba-tiba ribut itu istrinya ini ngajak cerai,” ungkapnya.
Saat kejadian berlangsung, warga sekitar segera membawa korban ke Rumah Sakit AR Bunda Lubuklinggau karena mengalami luka tusuk yang cukup parah di bagian perut.
“Kemarin sudah dilakukan operasi dan sekarang tinggal pemulihan lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Kanit Pidum Satreskrim Polres Lubuklinggau, Ipda Suwarno, menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi yang masuk ke pihak kepolisian terkait kejadian tersebut.
“Sekarang korban masih dilakukan perawatan di rumah sakit dan kita masih menunggu kalau ada laporan resminya. Tapi yang jelas itu persoalan rumah tangga dan timnya masih melakukan pengecekan di sana (Rumah Sakit AR Bunda Lubuklinggau),” ujarnya. ***
