UNRWA Ngegas! Israel Diminta Stop Bungkam Soal Kelaparan di Gaza

UNRWA Ngegas! Israel Diminta Stop Bungkam Soal Kelaparan di Gaza

UNRWA Ngegas! Israel Diminta Stop Bungkam Soal Kelaparan di Gaza. (Poto: sumber: Aljazeera.net)

GAZA, LINTASSRIWIJAYA.COM – Suara lantang datang dari Komisaris Jenderal Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini. Pada Sabtu (23/8/2025), ia mendesak Israel untuk berhenti menutup mata soal krisis kelaparan yang bikin Gaza makin hancur.

Bukan cuma itu, Lazzarini juga ngegas ke negara-negara besar buat segera turun tangan biar penderitaan ini nggak makin panjang.

Baca Juga: Gaza Makin Berdarah: 62 Ribu Lebih Warga Palestina Gugur, Anak-Anak Jadi Korban Kelaparan

Baca Juga: Israel Ngaku Bisa Kehilangan 100 Tentara Kalau Nekat Invasi Gaza, “Rencana Gila” Tuai Protes!

“Sudah saatnya Pemerintah Israel berhenti menyangkal kelaparan yang telah diciptakannya di Gaza,” tulis Lazzarini di platform X.

“Semua pihak yang memiliki pengaruh harus menggunakannya dengan ketegasan dan rasa tanggung jawab moral. Setiap jam sangat berarti,” tambahnya.

Pernyataan keras itu muncul usai Integrated Food Security Phase Classification (IPC) lembaga global pemantau kelaparan yang didukung PBB konfirmasi kalau Gaza Governorate resmi masuk fase kelaparan parah pada Jumat (22/8). Dan yang lebih ngeri, IPC prediksi krisis ini bakal merembet ke wilayah tengah dan selatan Gaza sebelum September habis.

Sejak Oktober 2023, darah dan air mata terus tumpah. Lebih dari 62 ribu warga Palestina tewas akibat operasi militer Israel. Nggak cuma rumah dan kota yang rata jadi puing, tapi juga bikin orang-orang mati kelaparan, jutaan jadi pengungsi, sampai penyakit yang makin nggak terbendung.

Baca Juga: Tragedi Gaza: 1.924 Warga Palestina Tewas Saat Menunggu Bantuan Kemanusiaan

Tekanan hukum internasional pun makin berat. November lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) sudah ngeluarin surat perintah tangkap buat Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan mantan Menteri Pertahanan, Yoav Gallant, atas dugaan kejahatan perang plus kejahatan kemanusiaan.

Di saat bersamaan, Israel juga masih harus hadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ). Sementara di Gaza, krisis kemanusiaan terus jalan tanpa henti, bikin dunia makin nggak bisa pura-pura buta. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *