MUBA, LINTASSRIWIJAYA.COM – Sebuah video berdurasi 40 detik menjadi sorotan warganet di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. Video tersebut menampilkan aksi keluarga pasien yang memaksa seorang dokter melepaskan masker di ruang perawatan.
Rekaman itu diunggah oleh akun Muba Akor di Facebook pada Selasa (12/8/2025) dan langsung memicu beragam komentar dari pengguna media sosial.
Baca Juga: Viral! Mobil Pick Up Terguling Bawa Emak-Emak di Gowa, Sulsel
Baca Juga: Viral! Siswi SMP di Lubuklinggau Dianiaya Temannya, Video Penganiayaan Bikin Netizen Geram
Baca Juga: Viral Video Lapak Daging Dibobol Maling, PD Pasar Martapura Buka Suara
Dalam tayangan video, terlihat dua pria mengenakan baju lengan panjang—satu berwarna merah, satu lagi hitam—berada di dekat seorang dokter yang tengah mengenakan masker. Keduanya diduga merupakan keluarga pasien yang sedang dirawat di ruangan tersebut.
Pria berbaju merah terdengar memerintahkan, “Ayo buka masker, ayo jelaskan. Apa itu infeksi? Ayo buka!” sambil merekam. Tak berhenti di situ, pria berbaju hitam kemudian mendekat dan secara paksa melepaskan masker sang dokter.
Suasana semakin memanas ketika perekam melontarkan kalimat bernada menekan, “Kau bilang ini ruangan paling VIP, paling layak. Buka masker, kau belum tahu kita ya.” Setelah masker terlepas, kamera diarahkan ke wajah dokter sambil bertanya, “Dokter apa kau? Bagian apa? Jelaskan dekat ibu saya.”
Alih-alih menuai dukungan, aksi kedua pria tersebut justru mendapat kritik keras dari warganet. Banyak yang menilai tindakan itu tidak menghargai tenaga medis dan bahkan bisa dianggap sebagai bentuk pelecehan.
Seorang netizen bernama Ardie B* menulis, “Dokter itu benar, rumah sakit harus klarifikasi. Dokter tidak boleh dipaksa buka masker saat bekerja.”
Akun Yulisa R* juga berkomentar, “Pasien sok pintar, ngerti kesehatan tidak. Dokter jangan takut, tuntut ini pelecehan. Jangan mau damai.”
Sementara Iin Farlina Ros I* menyayangkan sikap kasar tersebut, “Aku tidak tahu siapa yang salah, tapi minimal jangan kasar, apalagi di depan orang sakit. Semua bisa dibicarakan baik-baik.”
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak rumah sakit terkait insiden tersebut. Namun, warganet ramai mendorong agar tenaga medis mendapatkan perlindungan penuh dari tindakan intimidatif semacam ini. ***

