Saat warga Keluhkan BPJS Kesehatan Dinonaktifkan, Warga Tidak Bisa Berobat. (Poto: Pad/lintassriwijaya.com)
EMPAT LAWANG, LINTASSRIWIJAYA.COM – Malam itu, suasana Safari Ramadhan di Desa Aur Gading berubah haru.
Di antara kerumunan warga yang hadir, seorang pria bernama Marta melangkah maju, wajahnya dipenuhi kesedihan.
Baca Juga: HBA Gelar Safari Ramadan di Sugiwaras, Warga Sampaikan Dua Keluhan Utama
Baca Juga: Henny Verawati Safari Ramadhan di Desa Ujung Alih, Warga Keluhkan Masalah Sinyal
Baca Juga: BPJS Kesehatan Empat Lawang Menunggak 38 Miliar, Praktisi Hukum Sebut Berpotensi Pidana!
Dengan suara bergetar, ia menceritakan penderitaan yang dialaminya akibat dinonaktifkannya BPJS Kesehatan (KIS) di Kabupaten Empat Lawang.
Marta sebelumnya telah menjalani operasi mata pertamanya. Namun, ketika hendak menjalani operasi kedua, ia dikejutkan dengan kenyataan pahit.
BPJS yang selama ini menjadi harapannya untuk berobat, kini tak lagi bisa digunakan.
“Saya meminta jika ibu terpilih nanti tolong aktifkan kembali BPJS Kesehatan. Karena BPJS Kesehatan (KIS) sudah tidak bisa dipakai,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca di hadapan calon wakil bupati Empat Lawang, Henny Verawati, yang tengah mengunjungi desa mereka. Kamis, 6 Maret 2025.
Kisah Marta hanyalah satu dari sekian banyak warga yang terdampak atas tunggakan BPJS Kesehatan (KIS) di Empat Lawang yang mencapai Rp38 miliar.
Bagi mereka, BPJS bukan sekadar kartu, melainkan satu-satunya harapan untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak.
Mendengar keluhan Marta, Henny Verawati dengan tegas menyatakan komitmennya.
Jika ia dan pasangannya, HBA, terpilih sebagai bupati dan wakil bupati Empat Lawang, maka pengaktifan kembali BPJS Kesehatan menjadi prioritas utama mereka.
Baca Juga: Miris Tunggakan 38 Miliar, BPJS Kesehatan Empat Lawang Dinonaktifkan Mulai 1 November 2024
“Soal BPJS Kesehatan, jika kami terpilih menjadi bupati dan wakil bupati Empat Lawang, kami berjanji akan mengaktifkan kembali. Karena itu salah satu prioritas kami,” ujar Henny dengan penuh keyakinan.
Namun, bukan hanya janji politik yang ia sampaikan. Dengan penuh empati, Henny Verawati juga berikrar untuk membantu Marta secara pribadi.
“Jika kami dinyatakan menang dan dilantik, saya berjanji akan mengoperasi mata Bapak Marta dengan uang pribadi saya karena menjadi perioritas kami. Tim, tolong catat dan ingat ini,” katanya, disambut tepuk tangan haru dari warga yang hadir. (Pad)

