MURATARA, LINTASSRIWIJAYA.COM — Warga Kelurahan Muara Rupit, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), dibuat kesal dengan pelayanan SPBU setempat.
Pasalnya, antrean panjang untuk mendapatkan solar kerap kali tidak membuahkan hasil, meskipun warga telah menunggu hingga belasan jam.
Baca Juga: Kembar Begal di Lubuklinggau: Satu Kena Saat Aksi, Satunya Diciduk di SPBU!
Baca Juga: Pidsus Polres Empat Lawang dan Disprindag Sidak SPBU Demi Ketersediaan BBM Jelang Idul Fitri
Pemandangan puluhan mobil khususnya dump truck dan kendaraan pribadi mengular sejak dini hari telah menjadi hal yang lazim. Namun, tak sedikit dari mereka harus pulang dengan tangan kosong. Penyebabnya diduga karena pihak SPBU lebih mengutamakan pengisian solar ke jerigen, tedmon, dan tangki modifikasi yang bukan diperuntukkan bagi kendaraan resmi.
Alek (34), seorang sopir dump truck, menjadi salah satu korban dari pelayanan buruk SPBU tersebut. Ia mengaku telah mengantre sejak subuh dan harus menunggu hampir 12 jam tanpa hasil.
“Bayangkan saja, kami sudah dari malam antre. Tapi begitu tanya ke petugas, katanya solar sudah habis. Padahal jelas-jelas masih ada aktivitas pengisian ke jerigen dan tedmon,” kata Alek dengan nada kesal, Sabtu (2/8/2025).
Menurut Alek, ini bukan kali pertama ia dan rekan-rekan sesama sopir mengalami antrean panjang tanpa kepastian. Ia menduga kuat SPBU sengaja mengabaikan kendaraan umum demi melayani oknum yang mengambil BBM untuk dijual kembali.
“Kami sudah berulang kali antre belasan jam seperti ini. Tapi tetap saja tidak dapat. Ada apa sebenarnya? Kalau memang tidak niat melayani masyarakat, tutup saja SPBU-nya,” tegasnya.
Keluhan serupa juga datang dari Ayu, warga pengguna sepeda motor. Ia menyebut antrean panjang terjadi hampir setiap hari, bukan hanya untuk membeli solar tetapi juga pertalite.
“Baru saja mobil tangki datang, belum hitungan jam langsung habis. Kami masyarakat cuma dapat sisa antrean, itu pun kalau beruntung,” katanya.
Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) Muratara, Kodri, melalui Kabid Perdagangan Azhari, mengatakan pihaknya akan segera melakukan monitoring ke SPBU Muara Rupit guna mengecek langsung kebenaran laporan dari masyarakat.
“Kita akan melakukan monitoring untuk mengetahui mengenai ketersediaan minyak dan sistem pelayanan di sana, apakah menggunakan barcode atau tidak,” ujar Azhari, Senin (4/8/2025).
Baca Juga: Disperindag dan Polres Empat Lawang Lakukan Pemeriksaan Pompa BBM di SPBU Jelang Idul Fitri
Ia menegaskan, jika terbukti ada pelanggaran dalam praktik penyaluran BBM, pihaknya tidak akan segan memberikan sanksi.
“Sejatinya SPBU wajib mengutamakan pelayanan bagi masyarakat umum, bukan malah melayani jerigen, tedmon, atau tangki modifikasi. Jika terbukti, akan kami beri surat peringatan dan ditindak tegas,” tandasnya. ***
